KOMENTARKU

HANCURKAN ISRAEL, SELAMATKAN PALESTINA DENGAN KHILAFAH !!!
(komentar Salman Fikri)

jundullahTiada kata lain selain kata “kurang ajar”! terhadap tindakan brutal Israel terhadap Gaza akhir-akhir ini, mereka lebih garang daripada harimau kelaparan yang sedang mengintai mangsa, harga nyawa muslimin palestina pun tidak lebih dari harga nyawa seekor nyamuk, dalam selang waktu satu pekan saja sudah lebih dari 300 nyawa melayang, tidak pandang tua, muda, bayi, anak-anak, wanita-wanita yang menjadi korban mengerikan. Benar-benar biadab !!

Pembantaian kaum muslim oleh Israel ini memang bukan pertama kali, sebelumnya ada pembantaian Salha (1948) : 105 tewas, pembantaian Deir Yasin (1948) : 112 tewas, pembantaian Qibya (1953) : 96 tewas, pembantaian Kafr Qasem (1956) : 49 tewas, pembantaian Gaza (1956) : 60 tewas, pembantaian Fakhani (1981) : 150 tewas, pembantaian Sabra & Shatila, lebanon (1982) : 3000 tewas, serta banyak lagi tragedi berdarah yang tidak bisa saya sebutkan di artikel ini.

Yang perlu digaris bawahi, orang-orang yahudi melakukan itu memang mempunyai dasar teologis, banyak sekali ayat-ayat di Bible mereka yang memerintahkan untuk melakukan tindakan kekerasan (baca : pembantaian). Dalam kitab Yosua (pemimpin yahudi pengganti Moses), banyak menyebutkan pembantaian manusia saat penaklukan Jericho dan Ai, tanpa pandang tua, muda, wanita, laki-laki, sampai binatang sekalipun. “bersoraklah, sebab tuhan telah menyerahkan kota ini kepadamu, dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi Tuhan untuk dimusnahkan,” (Yosua,6:16-17). “hanya seorang pelacur dan seisi rumahnya yang diselamatkan” (Yosua 6:17). “mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, kuda dan keledai” (Yosua, 6:21). Oleh karena itu, Vladmir Jabotinsky (tokoh Zionis Radikal) mengusung ide “Logika Kekuatan. Tokoh ini memandang kembalinya orang-orang yahudi ke Palestina sebagai suatu bentuk kolonialisme atau penjajahan sehingga mustahil ada kerelaan dari bangsa palestina untuk menyerahkan tanahnya kepada Yahudi Zionis. Konsekuensinya hanya ada satu cara dalam menghadapi Palestina, yaitu kekerasan dan kekuatan. Logika ini akan terus dipakai oleh pewari zionis setelahnya (hingga sekarang). Dengan “logika kekuatan” semacam itu, bisa dibayangkan bagaimana cara berfikir yahudi. Jika jutaan orang yahudi sama mampu mereka korbankan, demi tujuan politiknya, maka apalah arti 300 nyawa di gaza, apalagi segelintir tokoh-tokoh Hamas.

Israel dan AS : Satu Negara di wilayah berbeda !!
Dari sisi politis, Israel tentu saja bukan tanpa pendukung, dibelakang layar ada AS sang negara Adidaya kapitalis, AS akan selalu mempertahankan eksistensi Israel sebagai salah satu politik luar negerinya untuk menyerang Islam dan kaum muslimin, selain itu AS menciptakan penguasa-penguasa boneka di Negeri-negeri kaum muslimin agar melanggengkan kepentingan politiknya, maka wajar saja, mengapa banyak kaum Muslimin yang ingin berjihad di Gaza atau menyerukan kepada Penguasa untuk mengirim tentaranya kesana selalu tidak diindahkan oleh penguasanya, ada yang berdalih “tidak ada Izin dari PBB”, “Itu urusan Negeri Palestina”, “cukup memberi bantuan makanan dan pakaian saja” dan sejuta alasan lainnya yang mengada-ngada. Sebuah ironi memang Israel yang hanya negara kecil bisa membantai Negeri-negeri muslim yang cukup besar, lantas untuk siapa tentara-tentara Palestina, Saudi Arabia, Uzbekistan, Pakistan, Afganistan, Iran, Iraq, Indonesia diadakan? Karena memang bukan “Negara Islam” maka tidak mungkin Negara tersebut bekerja untuk melindungi kaum muslimin selama penguasanya menjadi komprador-komprador AS.

Sikap Hipokrit dan Inkonsistensi AS
Setidaknya ada tiga bukti AS bersikap “double standar” atas ide-ide yang mereka usung yang semakin memperkuat bukti bahwa Israel dan AS telah, sedang dan akan selalu memusuhi dan menghancurkan Islam.
Pertama, AS yang katanya menjunjung tinggi HAM, ternyata justru AS pelanggar HAM, apabila mereka merujuk pada FD Roosevelt (eks Presiden AS sang pelopor Ide kebebasan tahun 1941) yang diantaranya adalah “Kebebasan dari rasa takut” dan “Kebebasan dari kemelaratan”, seharusnya mereka membuktikan dengan sikap “menindak Israel”, tapi ternyata kan tidak, bahkan PBB yang katanya mempunyai misi “perdamaian Dunia” hanya terdiam bahkan melakukan manuver-manuver. namun disaat lain tatkala segentir kaum Muslimin melakukan kekerasan yang tak berarti dibanding dengan tragedi Gaza, maka AS pun dengan sigap bertindak dan di blow-up di media massa.
Kedua, “war on terorism” yang dikampanyekan AS terbukti sebuah Kebohongan yang nyata, jika Terorist didefinisikan sebagai tindakan penghilangan nyawa manusia, maka seharusnya sikap AS juga ditujukan kepada Israel, bahkan jumlah korban nyawa kaum Muslimin di Palestina jauh melebihi korban tragedi 9/11 WTC (itupun belum terbukti yang melakukannya al-Qaeda), berbeda sekali dengan sikap dimana kasus bom bali I dan II mempunyai porsi isu yang jauh lebih besar (karena memojokan Islam), bahkan dengan sangat sigap mengeksekusi pelakunya seperti yang dialami amrozi cs (itu pun masih belum mempunyai bukti kuat). Lagi pula definisi Terorist itu sendiri masih kabur, itu wajar saja karena jika definisi teroris itu detail jelas maka propaganda mereka akan gagal.

Ketiga, AS yang katanya menjungjung tinggi Demokrasi ternyata AS lah sang pelanggar Demokrasi nomor wahid, kalau mereka konsisten dengan slogan “suara rakyat adalah suara tuhan” maka seharusnya AS merespon banyaknya protes dari masyarakat Dunia atas serangan Israel terhadap Gaza lalu AS memberi tindakan terhadap Israel.

Jelas sekali dari ketiga bukti diatas, Isrel adalah “Soulmate” AS untuk menyerang ISLAM!!!, mereka adalah “Kafir Harbi Fi’lan” yang halal darahnya dan memang harus diperangi atas nama Jihad Fisabilillah!

Save Palestine with Khilafah
Berbicara masalah perang tidak lepas dari masalah Jihad, karena banyak sekali nash-nash yang mengindikasikan bahwa Jihad itu adalah al-Qital (perang) kendati secara bahasa bermakna “sungguh-sungguh”. Jihad bisa secara langsung dengan terjun ke medan perang untuk hidup mulia atau mati syahid, atau tidak langsung seperti pihak yang mempersenjatai, membuat Pakaian, makanan, minuman, atau obat-obatan untuk mendukung jalannya Perang. Namun dilihat dari fakta tragedi Gaza, yang dilakukan hanyalah jihad defensif (bertahan), karena kondisinya memang kaum muslimin dalam keadaan “diserang” sementara kaum muslimin tidak mempunyai kepemimpinan (khalifah) yang melindungi kaum muslimin, jadi jihad ini dilakukan oleh individu-individu tanpa harus menunggu instruksi dari Khalifah (karena khalifahnya tidak ada). Hanya saja jihad ini belum menjadi solusi total, pasalnya Israel itu adalah sebuah Negara namun perlawanan jihad defensif hanya segelintir individu / komunitas, seharusnya Negara harus dilawan oleh Negara. Negara yang akan melawan Israel tentu saja negara yang akan melindungi kaum muslimin yakni Khilafah Islamiyah, dengan keberadaan Khilafah inilah maka khalifah wajib mengirim tentara-tentara, mujahidin untuk berjihad Ofensif (menyerang). Tentu saja dengan logika politik ini saja, dengan bersatunya kaum Muslimin dunia dalam naungan Khilafah maka, AS dan Israel akan berfikir 1000 kali jikalau mereka menyerang Palestina. Bahkan dengan Khilafah tidak hanya menyelamatkan Palestina, tetapi menyelamatkan umat Muslim di seluruh Dunia. Maka keberadaan Khilafah disamping wajib juga sangat urgent. Maka jangan aneh jika George W. Bush tahun 2005 pernah mengatakan ketakutannya akan berdirinya kembali Khilafah Islam yang akan menandingi keadidayaan AS.

4 Komentar Add your own

  • 1. marisah pujiyanti  |  Juli 26, 2009 pukul 4:14 am

    memang remaja harus menjadi yang terkuat untuk islam. ingat ir soekarno berkata”saya butuh 10 pemuda.” subhanallah Indonesia MERDEKA. jangan ragu untuk jadi remaja yang wibawah mati syahid ayo dakwah

  • 2. marisah pujiyanti  |  Juli 26, 2009 pukul 4:18 am

    Ayo,,,,,,,,,,,! dakwah untuk kita remaja dikalangan kita ayo selamatkan remaja sekarang ini. kita harus jadi remaja yang dihandalkan. lihat di seliling kita sekarang ini, tidak ragu n malu untuk buka aurat. ingat ir soekarno”saya butuh pemuda 10″ masya allah INDONESIA MERDEKA.

  • 3. marisah pujiyanti  |  Juli 26, 2009 pukul 4:22 am

    MERDEKA YA iNDONESIA MERDEKA. REMAJA ISLAM harus MERDEKA. jangan ragu untuk katakan “tutuplah aurat dengan kaidah islam/syar’i” isla butuh remaja yang TANGGUH,BERAHKLAK MULIA,N CERDAS”

  • 4. randi dwi anggriawan  |  Juli 5, 2010 pukul 1:29 pm

    aku baru buka situs ini…
    wah, kayanya situs ini bagus banget buat kita-kita remaja islam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: