DISKUSI PUBLIK

PRO DAN KONTRA PERJUANGAN PARTAI POLITIK ISLAM

LEWAT PARLEMEN DAN NON PARLEMEN

MENUJU PERUBAHAN

pemilu-2009Pemilu 2009 sudah didepan mata, Partai-partai politik sedang mempersiapkan segalanya baik tubuh partai sendiri maupun sosialisasi /kampanye demi mendapatkan well-image dari masyarakat, khususnya Partai Politik Islam yang (insya Allah) akan membawa perubahan melalui penerapan Syariat Islam, tentunya kita berharap Partai Islam yang ada di Indonesia benar-benar berjuang untuk menegakan Syariat Islam bukan kepentingan partai apalagi kepentingan pribadi, partai-partai Islam yang mengikuti Pemilu 2009 diantaranya adalah PKS (Partai Keadilan Sejahtera), PPP (Partai Persatuan Pembangunan, PBB(Partai Bulan Bintang) dan lain-lain. Mereka memilih jalan Intra-Parlemen menuju perubahan, sedangkan Partai Politik Islam yang bergerak di Extra-Parlemen salah satunya adalah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang sama-sama berjuang untuk perubahan yang lebih baik.

Meskipun kita yakini bahwa Partai-partai tersebut mempunyai misi Dakwah menuju perubahan, namun Pro dan kontra kerap kali muncul antara perjuangan lewat Parlemen ataupun Non Parlemen, sebagian berpendapat bahwa berjuang lewat parlemen itu tidak akan merealisasikan perubahan selama Sistemnya tidak dirubah, ada yang berpendapat bahwa berjuang lewat parlemen itu tidak syar’i karena itu berarti mengakui Sistem Demokrasi yang notabene bertentangan dengan Islam, adapun yang berpendapat bahwa berjuang lewat parlemen itu geraknya lebih “real” daripada yang extra palemen yang kerjanya Omdo (omong doang), sampai ada yang berpendapat “memang sih lewat parlemen kurang syar’i …tapi kan daripada yang berkuasa di negeri ini orang-orang kafir kan itu lebih gawat… mungkin itulah sebagian pendapat yang diterima tim redaksi Jundullah 1924 dalam wawancara kecil di masyarakat.

Maka dari itu, dalam rubrik DISKUSI PUBLIK ini, kami mengundang saudara-saudara untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing seputar Pro dan Kontra perjuangan Partai Politik Islam lewat Parlemen dan Non Parlemen.

4 Komentar Add your own

  • 1. Syarif  |  Desember 10, 2008 pukul 2:01 pm

    ass. kalo menerut ana, masalah pemilu itu hanya masalah teknis untuk pengangkatan penguasa, tapi yang jadi masalahnya adalah, apakah Parpol Islam yang berjuang diparlemen mampu mengubah sistem yang ada (sistem kufur), atau malah terbawa arus? buat apa duduk dikursi kekuasaaan kalo tdak ada perubahan sistem, jelas-jelas berbagai krisis multidimensi dinegeri ini hanya karena diterapkannya Sistem kapitalis.

  • 2. mujahidah  |  Desember 10, 2008 pukul 2:13 pm

    assalamualaikum. Meskipun masalah Pemilu itu masalah teknis dalam pemilihan kekuasaan, namun yang patut digarisbawahi adalah, selama paham Demokrasi masih bercokol di Indonesia, selama Sistem kapitalis diterapkan, maka MUSTAHIL membiarkan Ideologi lain (Islam) berkembang, justru akan menghalangi setiap upaya penegakan syariah, buktinya peng-anuliran partai FIS di mesir yang seharusnya bisa berkuasa karena unggul dalam suara. Partai Islam Ideologis akan senantiasa dmusuhi AS dan konco-konconya, kecuali Parpol Islam yang rela menukarkan idealismenya dengan politik pragmatis, justru Parpol kaya gini jadi kawan AS, jadi jangan mimpi deh mengharapkan perubahan kalau perjuangannya terjebak kearah pragmatis.

  • 3. Gesha  |  Desember 11, 2008 pukul 3:45 pm

    Asw. Menurut eyangku (bleh khan brpndpt?!), via Parlemen atopun ngga itu adalah jalan2 mnuju prubahan. Tapi apakah perubahan tu akn dpt diraih dgn via Parlemen ato extra parlemen?!
    Qt hidup di NKRI yg NB negara Republik (kembali ke umum) yg menerapkan sistem demokrasi dgn aturan bhw perjuangan via parlemenlah yg diakui dan disyahkan bhkn difasilitasi. Demokrasi memberikan peluang perubahan via parlemen dgn adanya beberapa partai untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yg tertuang dlm kebijakan partai dan wakilnya (meskipun kdang meleset dr niat awal). Partai yg menang dgn dukungan penuh dr rakyat (karna memang u/ rkyat), maka akan menjadi penguasa negri ini dgn brbgai kebijakan hasil aspirasi rkyat. Maka jg brarti perubahan akan segera trjadi di negri ni (tp cm penguasanya ja yg brubah brow). Perubahan jg brgantung pada parpol seperti apa yg menangnya itu. Harus parpol yg mendidik sebagaimana artikel dlm blog http://blogaryandi.wordpress.com. Oiya, jg si parpol jgn sampe ditunggangi ama kpntingan pribadi, golongan bhkn asing. Oleh krn tu, perjuangan parlemen hrs dilakukan dg jujur, berkualitas parpolnya, jg org2nya, jgn ditunggangi kpntingan lain, dan ……………he3x. Ya silahkan aza via parlemen lakukan!

  • 4. Rizki Muhammad Ramdhan  |  Desember 12, 2008 pukul 10:21 am

    Kalau menurut saya sih, sekarang fenomena golput tinggi. Ini menunjukan bahwa umat sudah tidak pecaya lagi dengan partai-partai yang bisanya hanya bicara tanpa ada bukti perjungan. Berkaitan dengan dakwah, sebaiknya kita telaah kembali sirah nabi, di saat sistem jahiliyyah bercokol apakah RASULULLAH KETIKA DITAWARI KEKUASAAN Beliau menerimanya?? Menurut saya ikut terjun dalam sistem demokrasi hukumnya tidak boleh. Dan kalau tidak boleh, mengapa kita ikut-ikutan?? saya hanya menyampaikan bahwa sekarang saatnya umat mendukung partai Islam ideologis, SERTA Berjuang bahu membahu berjuang demi tegaknya SYARIAH DAN KHILAFAH.ALLAHUAKBAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: