Posts filed under ‘KRITIK IDEOLOGI’

MENGKRITISI KONSEP TEO-DEMOKRASI

Makna Teo-Demokrasi

deomokrasi2Konsep teo-demokrasi merupakan konsep sistem politik Islam yang digagas oleh Abul A’la al-Maududi (lahir 1903), ulama Pakistan yang mendirikan gerakan Islam Jamaat-e-Islami pada tahun 1940-an. Konsep itu dituangkan dalam bukunya yang terkenal, Al-Khilâfah wa al-Mulk (Khilafah dan Kekuasaan), yang terbit di Kuwait tahun 1978.

(lebih…)

Iklan

Desember 20, 2008 at 12:35 pm Tinggalkan komentar

MEMBANDINGKAN PEMILU Dalam Sistem Islam dan Sistem Demokrasi

pemiluSistem Islam berbeda dengan sistem demokrasi dari asasnya. Keduanya melahirkan sistem yang berbeda, bahkan bertentangan termasuk Pemilu. Dewasa ini Pemilu terlanjur menjadi ritual politik terpenting bagi rakyat, termasuk kaum Muslim. Di dalamnya tergantung harapan rakyat untuk memperbaiki kehidupan mereka. Akhirnya, kaum Muslim pun hanya melihat Pemilu dari sudut kemaslahatan semata, untung atau rugi; bukan dari sudut apakah Pemilu dalam sistem demokrasi itu benar atau tidak menurut Islam. Padahal, sudut inilah yang terpenting bagi seorang Muslim jika benar-benar ingin mencapai ridha Allah Swt. (lebih…)

Desember 20, 2008 at 12:26 pm 1 komentar

KEBOBROKAN TAFSIR HERMENEUTIKA

Akar Masalah Hermeneutika

hermeunetikaIstilah hermeneutika, dipinjam dari bahasa Inggris, hermeneutics; kata yang sama sebelumnya dipinjam dari bahasa Yunani Kuno (Greek), hermeneutikos. Secara harfiah, kata ini pernah digunakan oleh Aristoteles dalam karyanya, Peri Hermeneias, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan De Interpretatione, dan baru kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan On the Interpretation. Sebelumnya, al-Farabi (w. 339 H/950 M), telah menerjemahkan dan memberi komentar karya Aristotle tersebut dalam bahasa Arab dengan judul, Fi al-‘Ibârah. (lebih…)

Desember 20, 2008 at 12:18 pm Tinggalkan komentar

MENOLAK GAGASAN KEBEBASAN BERPENDAPAT

kebebasan-berpendapat1Salah satu perubahan siginifikan yang menyertai lengsernya Soeharto dari kekuasan pada Mei 1998 lalu adalah meningkatnya kebebasan. Lamanya hidup menderita di bawah cengkeraman rezim otoriter membuat seruan kebebasan—termasuk kebebasan berpendapat—menjadi sangat menarik. Kegandrungan pada setiap prinsip-prinsip kebebasan individu makin besar ketika kebebasan berpendapat kerap dilukiskan sebagai kondisi ideal yang dapat mencegah ekses kekuasaan yang cenderung korup dan menindas.

(lebih…)

Desember 20, 2008 at 12:09 pm Tinggalkan komentar


JUNDULLAH 1924

mujahid
batang

Kategori

September 2017
S S R K J S M
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Titian Wahyu :

titian-wahyu-4

Blog Stats

  • 19,532 hits

RSS INFO DARI HTI

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

PENDAPAT ANDA

BENDERA ISLAM (ar-Rayya)

arroya-berkibar-2
naruto-arroya2
naruto-arroya-61
naruto-arroya-5
nar-pin1
con-pin1a
pin-last-samurai-arroya
sas-pin3a