DAKWAH DAN CITA-CITA KEJAYAAN ISLAM (by.Salman Fikri)

Februari 27, 2009 at 9:54 am 1 komentar

kejayaan-islamAlkisah dalam suatu riwayat, ada seorang kakek yang sedang menanam benih kurma, lalu datanglah seseorang dan bertanya kepada kakek tersebut ? wahai kakek!, dengan usiamu yang sudah lanjut, apakah mungkin engkau akan menikmati hasil dari pohon kurma yang sedang engkau tanam itu? Sedangkan untuk menunggu pohon tersebut berbuah memerlukan waktu bertahun-tahun!, dan kakek itu menjawab, “wahai saudaraku, mungkin sebentar lagi aku akan menghadapi Allah sang maha pencipta, namun aku ingin buah kurma dari pohon ini bisa dinikmati oleh cucu-cucuku dan generasi sesudahku, mungkin juga akan menjadi tempat berteduh dan beristirahat bagi orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh , dan aku hanya ingin apa yang aku tanam ini menjadi bekal amal sholehku untuk menghadap Sang Maha Kuasa nanti”.

Akhi wa Ukhti yang dirahmati Allah, sungguh patut diteladani apa yang dilakukan oleh kakek tadi yang tidak pernah putus berharap atas rahmat Allah, meski menanam kurma tersebut terlihat hal yang kecil, namun dimata Allah swt itu mengandung nilai yang sangat besar, selama pohon kurma itu dinikmati oleh orang lain maka selama itu pula pahala akan mengalir kepada orang yang menanamnya walaupun dia sudah meninggal dunia. Rasulullah pernah bersabda : “jika anak adam mati maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal yakni Shadaqoh Jariyah, Ilmu yang bermamfaat dan Anak sholeh yang mendoakan orang tuannya” Seorang muslim tentu saja mempunyai tujuan Hidup dan tentunya kita menyadari bahwa kita akan mengalami “kematian”, kematian adalah sebuah keniscayaan, apakah seseorang itu takut atau tidak takut mati, diharapkan atau tidak, siap atau tidak siap mati, namun kematian pasti akan datang kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apa saja, seseorang yang telah lahir 150 tahun yang lalu mungkin sekarang tidak lagi menapaki dunia dan begitu juga seseorang yang baru saja lahir sekarang mungkin sudah tiada di 150 tahun kemudian.

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (QS. Al-A’raaf : 34)

Kita pun menyadari bahwa Harta, Jabatan, izasah dan perhiasan dunia pun tidak akan dibawa dalam mati kita. Kita mungkin sering mendengar lirik Nasyidnya Opick yang seperti ini : ”bila waktu telah berakhir, teman sejati hanyalah amal”, benar sekali bahwa hanya amal sholeh lah yang akan menemani kita sampai akhir masa, agar amal sholeh kita tidak sia-sia maka amal sholeh kita harus amal sholeh yang terbaik yakni Dilakukan dengan benar yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah-Nya dan Niat yang Ikhlas karena Allah SWT.

JATI DIRI SEORANG MUSLIM

Akhi wa Ukhti fillah, tatkala manusia menapaki tanah dibumi ini tentu nalurinya bertanya, darimana aku? Untuk apa aku hidup didunia? Mau kemana setelah dunia ini? Jika dia mampu menjawab ketiga pertanyaan ”simpul hidup” (slipknot) tadi, berarti dia telah memiliki jati diri sehigga dia akan berpegang teguh pada way of life yang diyakininya. Namun tentu saja bagi seorang Muslim akan menjawab : ”aku diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepadaNya dan akan kembali kepadaNya”. Itulah jati diri seorang Muslim, ia tidak takut terhadap cercaan manusia, ia tidak butuh pujian dan penghargaan orang lain, batin-nya hanya memandang Syurga yang indah, dia hanya mengukur kebahagiaan hanya karena mendapatkan ridho Allah serta memperjuangkan apa yang telah menjadi way of life nya. Dia laksana batu karang yang kokoh meski diterpa badai namun dia juga laksana bunga Anggrek yang mudah layu disinari matahari, dia akan tegar terhadap tantangan dan rintangah dalam berjuang, keras terhadap orang kafir yang memusuhi namun luluh dalam menerima kebenaran serta lembut terhadap sesama muslim.

Allah swt berfirman :

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Ad-Dzariyat :56)

Akhi wa Ukhti yang dirahmati Allah, Ayat diatas Allah swt memberikan misi hidup seorang muslim dengan jelas yakni hanya untuk beribadah, ’ibadah berasal dari kata ’Abadan yakni Menghamba atau mengabdi, dan mengabdi kepada Allah artinya menyerahkan hidup kita semata-mata untuk Allah, bagaimana? Yakni dengan melaksanakan segenap aturan-aturannya sebagai wujud keimanan kita kepada Allah swt.

Aturan-aturan Allah SWT yang tersirat dalam al-Qur’an dan assunah mengatur seluruh aspek kehidupan kita dari mulai aturan Individu, jamaah, masyarakat bahkan negara (daulah) dan tentu saja kita harus menerapkannya secara kaffah (tidak setengah-setengah) sebagaimana perintah dalam QS Al-Baqarah : 208.

Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang memerintahkan kita untuk melaksanakan Sholat dan menunaikan Zakat, ayat tentang kewajiban shaum dibulan ramadhan, melaksanakan manasik haji jika mampu. Dalam as-sunnah pun kita disyariatkan untuk bersuci, mandi, berakhlak mulia, infaq, nikah dan lain sebagainya. Aturan aturan Allah tersebut bisa kita laksanakan oleh Individu kita masing-masing.

Namun Syariat Islam juga mencakup taklif (beban hukum) yang tidak bisa dilaksanakan hanya oleh seorang / Individu seperti dalil-dalil dibawah ini :

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Al-Maidah : 38)

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman

(QS An-Nur : 2)

supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. ...(QS al-Hasyr : 7)

<اَلْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِىالْماَءِ وَالْكلءِ والنَّارِ >

Kaum Muslim berserikat dalam tiga jenis harta : air, padang gembalaan dan energi….

<ماَمنْ وَالٍ يَلِ رَعِيَّةً مِنْاالْمُسْلمينَ فَيَمُوْ تُ هُوَ غَاشٌّ لَهُمْ إلاَّ حَرَّ مً الله عَليهِ الْخَنَّةَ>

Tidaklah seorang pemimpin rakyat dari kalangan kaum muslim, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali diharamkan baginya masuk syurga (HR al-Bukhari dan Muslim)

Diatas adalah sebagian kecil dalil-dalil yang berkaitan dengan Sistem / hukum pidana, ekonomi khususnya masalah distribusi kekayaan negara, pemerintahan dan lain-lain, mustahil jika syariah diatas dilakukan oleh Individu, syariat Islam tersebut hanya bisa dilaksanakan dengan sempurna oleh sebuah daulah (negara), maka keberadaan daulah wajib dan urgen. Salah satu kaidah Ushul menyatakan : mallam yatimu wajibu illa bihi fahuwa wajib (suatu kewajiban yang pelaksanaannya tidak sempurna tanpa adanya ”sesuatu”, maka ”sesuatu” itu menjadi wajib), Syariah Islam tidak akan sempurna pelaksanaannya tanpa adanya sebuah Negara, maka keberadaan Negara adalah Wajib, tentu saja Negara pasti berkaitan dengan Pemimpin. Ini adalah sebuah relevansi jika dikaitkan dengan apa yang kita bisa telaah dalam al-qur’an, Allah swt berfirman

.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu…(QS an-Nisa : 59)

Khitab (seruan) ayat diatas adalah seluruh kaum muslim, untuk mentaati Allah sebagai pembuat hukum, dan Rasul seorang yang diutus untuk menyampaikan risalah Islam, juga Ulil amri minkum (pemimpin diantara kalian), pemimpin yang seperti apa yang harus ditaati? Tentu saja pemimpin yang taat kepada Allah dan Rasulnya dengan konsekuensi menerapkan seluruh hukum-hukum Allah dalam kehidupan termasuk Negara apalagi Allah mewajibkan serta ancaman yang keras jika tidak menerapkan Hukum-Nya Seperti dalam QS. Al-Maidah :44,45 & 47, Annisa : 65, al-Ahzab : 36 dll. Jika pemimpin seperti itu tidak ada, berarti harus diadakan sebab tidak mungkin Allah memerintahkan kepada sesuatu kalau sesuatu itu tidak ada. Jadi keberadaan Daulah Khilafah yaitu Negara Islam dan Khalifah yakni pemimpin kaum muslimin (amirul mukminin) harus diperjuangkan oleh seluruh umat Islam sebagai wujud ketundukan kita kepada Allah swt. Itulah jati diri Muslim yang berpegang teguh terhadap way of life nya.

TINTA EMAS KEJAYAAN ISLAM

Akhi wa Ukhti rahimakumullah, Islam adalah way of life yang harus diterapkan ditengah kehidupan manusia sebagai wujud ketundukan kita kepada Allah swt. Itulah mengapa dulu Rasul dan Para sahabat tanpa lelah memperjuangkannya dari mulai periode mekkah sampai mereka berhasil mendirikan Daulah di Madinnah al-munawarah, mereka mengalami tantangan dan rintangan yang sangat luar biasa, dari mulai Penyiksaan, Pembunuhan, pemboikotan, fitnah dan propaganda, namun mereka tidak pernah mundur meskipun hanya selangkah semut-pun. Dengan gelora perjuangan mereka yang sangat luar biasa sampai-sampai Abu Jahal sang dedengkot kaum kafir Quraisy dibuat stress harus dengan apa menghentikan dakwah mereka, maka jalan terakhir Abu Jahal menghasut abu thalib (paman rasul) untuk membujuk menghentikan Dakwah Rasul dengan iming-iming kekuasaan, harta dan wanita. namun jawaban Rasulullah setelah mendengar bujukan dari Pamannya, rasul menyatakan dengan tegas : wahai paman, demi Allah ! jika sekiranya mereka mampu meletakan matahari ditangan kananku dan Bulan ditangan kiriku, agar aku meninggalkan urusan ini (dakwah), maka aku takkan pernah meninggalkannya sampai Allah memenangkan agama ini atau aku mati karenanya. Subhanallah, itulah keteguhan rasul dalam memegang prinsip. jangankan diberi kekuasaan, harta dan wanita, diberi Matahari dan Bulan pun yang jauh lebih besar dari apa yang ditawarkan, rasul menolaknya!!

Hijrah Rasul dan Para sahabat ke Madinah adalah awal kejayaan Islam, setelah Rasul menjadi kepala Negara di Madinah-al Munawarah setelah dibai`at oleh para penduduk Madinah, rasul pun menerapkan Syariah Islam diseluruh urusan kehidupan serta menaklukan (futuhat) ke negeri-negeri Jazirah Arab disekitar Madinah termasuk peristiwa Futuhat mekkah dimana pada waktu itu orang-orang Arab berbondong-bondong masuk Islam. Setelah rasul wafat, kepemimpinan diganti dengan para sahabat dari mulai periode Khilafah Rasyidah, yang telah mengalami empat kali pergantian khalifah (Abu bakar, Umar, Usman dan Ali r.a), selanjutnya periode Khilafah Muawiyah, Khilafah abbasyiah dan terakhir Khilfah Ustmaniyah dan pada akhirnya Khilafah runtuh pada tahun 3 Maret 1924 oleh agen Inggris keturunan yahudi ”Musthafa Kemal attaturk” laknatullah. Secara Fisik, Khilafah mencakup seluruh jazirah Arab, Afrika bagian Utara, sebagian Eropa, Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Selatan, wilayah tersebut hanya dipimpin oleh Seorang Khalifah, namun setelah runtuhnya khilafah kini menjadi negara-negara kecil yang tak berdaya, secara Intelektual, pemikiran umat islam kian merosot dengan paham-paham kapitalis-sekuler. Sampai sekarang kita pun bisa merasakan bagaimana kebobrokan-kebobrokan disemua lini kehidupan hasil dari Ideologi kapitalis buatan kafir-kafir barat yang dipaksakan diterapkan di negeri-negeri Islam. Terakhir kita bisa menyaksikan bagaimana yahudi-Israel yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari penduduk jakarta, bisa membantai lebih dari 1300 warga muslim gaza-palestina dalam tiga pekan dan membuat miliyaran muslimin bengong melihat saudaranya sendiri dibantai didepan mata.

Padahal kejayaan pada masa ke-Khilafahan sangat luar biasa, ketika masa ke-khalifahan sultan Hamid II, ada seorang pemimpin yahudi pada waktu itu Thederore Herltz membujuk khalifah untuk menyerahkan tanah Palestina dengan iming-iming uang yang sangat banyak, namun sang khalifah mengatakan dengan tegas : tanah Palestina adalah hak umat Islam mereka telah menyirami dengan darah mereka, silahkan engkau cabik-cabik tubuh ini dengan pedangmu jika engkau mampu namun takkan pernah kuserahkan sampai kapanpun Tanah Palestina ini. dibidang ekonomi misalnya pada masa khalifah Umar bin abdul aziz bisa menghilangkan kemiskinan 0% bahkan sulit ditemukan orang yang berhak menerima zakat, dibidang Politik luar negeri pun, Muhammad al-Fatih berhasil memperluas kekuasaan Islam dengan menaklukan konstatinopel (romawi) begitu juga Thariq bin Ziyad yang mampu menaklukan Eropa termasuk Andalusia (spanyol), dalam bidang pendidikan Khilafah mampu menciptakan Ulama-ulama, para Mujtahid seperti Imam Syafi’i, Hambali, Maliki dll, para Ilmuwan seperti ibnu al Haytsam seorang Fisikawan yang juga penemu teropong dan kamera sederhana (camera obscura), al-Khawarijmi sang Astronom Muslim, al-Jabr sang inspirator ilmu al-jabar dalam Matematika dan masih banyak lagi. Masa Khilafahlah juga menciptakan Bangunan yang kaya akan nilai artistik, juga Industri-industri seperti Kertas, Besi, Pena, Transportasi dll. Tidak kalah gemilangnya juga dalam bidang pertahanan, keamanan, keadilan dan lain sebagainya sehingga dengan ”rahmatan lil alamin”-nya Islam, orang orang non muslim pun merasa nyaman menjadi warga negara khilafah bahkan banyak pula yang masuk Islam. Itulah hasil dari banyaknya kaum muslim dulu yang berpegang teguh terhadap Islam yang diyakini sebagai ”way of life” nya.

Banyak juga sejarahwan barat yang mengakui kegemilangan Khilafah Islam (diantaranya adalah Michael Heart), para kafir-kafir barat pun tahu bahwa Khilafah-lah kunci kejayaan dan kemenangan umat Islam dan sebaliknya ketiadaan Khilafahlah sumber kehancuran umat Islam pula.

Samuel P Hutington pernah menyatakan : ”Absennya negara Islam yang berperan sebagai negara inti (kekhilafahan) merupakan faktor utama yang menjadi sebab terjadinya konflik internal maupun eksternal dikalangan masyarakat Muslim”

Oleh karena itu, jangan Aneh jika sekarang Barat selalu menghalangi berdirinya Khilafah dengan cara apapun bahkan yang paling busuk sekalipun. Paham-paham kapitalisme, sekulerisme, liberalisme, Demokrasi telah merasuk-rasuk dalam tubuh umat Islam sehingga tatkala seorang muslim kehilangan jati dirinya diakibatkan merosotnya pemikiran, maka mereka dengan mudahnya terus menjajah negeri-negeri kaum Muslim baik penjajahan secara fisik maupun non fisik (intelektual / pemikiran). Upaya pencegahan terhadap berdirinya Khilafah itu bisa kita saksikan bagaimana Barat selalu memberikan stigma Negatif terhadap Islam diberbagai media dengan sebutan ”terorist, fasis, radikal, militan, fundamentalis, hardliner,dll sehingga citra Islam dimata umat menjadi ternodai. Upaya secara Fisik pun mereka lakukan dengan Agresi Militer seperti Penyerangan ke Palestina, Iraq, Afganistan, dll serta Penangkapan, penyiksaan dan pembunuhan terhadap para Pejuang Islam.

DAKWAH ADALAH KUNCI UNTUK MENGEMBALIKAN KEJAYAAN ISLAM

Akhi wa Ukhti fillah, melihat tantangan-tantangan yang ada didepan mata, dan juga Fakta-fakta yang jauh dari nilai-nilai Islam serta berkuasanya adikuasa Kapitalisme AS, kadang membuat kita kehilangan kepercayaan diri, pesimis bahkan menganggap bahwa Khilafah itu mimpi yang justru akan membuat kita menyerah kepada kenyataan yang ada. banyak diantara kita yang mengeluh : ”manamungkin dinegara yang kondisinya seperti ini diterapkan khilafah”, ”bagaimana bisa menyatukan puluhan negeri-negeri kaum muslim yang beranekaragam negara nasionalisnya”, bagaimana mungkin Khilafah bisa diterapkan ditengah masyarakat yang Plural”,”Khilafah, mimpi kali yee!!” mental seperti inilah adalah mental the Loser (mental orang kalah), padahal sikap seperti itu bukan sikap seorang Muslim. Orang yang menganggap Khilafah itu Utopis (mustahil) ada dua sebab : Pertama, karena tidak tahu Kedua, menganggap sulit. Ada orang tidak tahu jalan ke Jakarta bukan berarti “Jakarta itu tidak ada” begitu juga orang yang tidak tahu apa itu Khilafah atau tidak tahu cara memperjuangkannya bukan berarti “Khilafah itu tidak ada”, oleh karena ketidak-tahuannya itu, tidak sedikit kaum muslimin menempuh jalan Pragmatis yang mengabaikan Ideologinya (misal : berjuang lewat Demokrasi). Kalau ditanya apakah Sulit? Jawabannya “Ya Sulit sekali” karena secara natural semakin tinggi cita-cita maka semakin sulit pula cara menempuhnya, namun bukan berarti “sesuatu yang sulit itu tidak realistis” atau “alasan untuk tidak berjuang” karena perjungan menerapkan Syariah dan Khilafah itu adalah kewajiban dari Allah dan Allah tidak mungkin mewajibkan sesuatu yang tidak realistis.

Rasulullah pernah mengatakan hanya kepada beberapa orang sahabat saja bahwa suatu saat Konstatinopel akan ditaklukan, dan para sahabat pada waktu itu tidak ada yang mengatakan ”ih..Rasul mimpi kali yee!!, namun disitulah gelora semangat perjuangan Rasul dan para sahabat. Tentu saja rasul tidak langsung menaklukan Konstatinopel, namun beliau memulainya dengan pembinaan intensif (tasqif) kepada para sahabat sehingga mereka telah menjadikan Islam sebagai way of life nya, walhasil mereka mempunyai Kepribadian Islam yang tangguh dan siap berjuang, setelah itu mereka berinteraksi (tafaul) kepada masyarakat sehingga timbulah perang pemikiran antara yang Haq dan Bathil, Rasul juga meminta Perlindungan (nushrah) dan dukungan Dakwah-nya kepada Kabilah-kabilah, Tokoh-tokoh yang mempunyai otoritas dan juga kepada Influenced People (orang-orang yang berpengaruh) dan terakhir rasul menerima Penyerahan kekuasaan (Istilamul Hukmi) setelah berhijarah ke Madinah, masyarakat pada waktu itu mengatakan : …ya Rasulullah silahkan engkau pimpin kami dengan risalah yang engkau bawa!! Setelah Negara Islam berdiri dan memperluas kekuasaannya akhirnya terbukti Konstatinopel bisa ditaklukan (sesuai apa yang dijanjikan Rasul) oleh seorang Panglima muda Muhammad al-Fatih beberapa generasi kemudian. Tantangan dulu dan sekarang pun sesungguhnya sama, anggap saja waktu jaman rasul adikuasa di Timur yaitu Persia kalau sekarang anggap saja ”Uni-Soviet dengan ideologi Sosialisnya” dan juga adikuasa di Barat yaitu Romawi kalau sekarang anggap saja ”Amerika dengan ideologi Kapitalisnya”, dan akhirnya dengan kegigihan perjuangan Umat Islam dulu hasilnya Islam bisa menguasai 2/3 bagian dunia. Pertanyaannya, mengapa kita pun tidak bisa?

Akhi wa Ukhti fillah, berdirinya Khilafah yang akan menguasai dunia adalah ”Janji Allah”, mari kita sama- sama tela’ah Firman Allah berikut ini :

Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa(QS An-nur : 55)

Ayat diatas adalah sebuah kabar kembira yang dijanjikan Allah yakni Berkuasanya Islam dimuka bumi, kepada siapa? Yakni kepada orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh. Pertanyaanya, apakah kita sudah beramal Shaleh? Amal shaleh yang seperti apa yang akan mendukung terhadap tegaknya janji Allah tersebut (khilafah)? Sebab amal sholeh itu banyak, makan dengan makanan yang halal adalah amal sholeh, tapi kalau kerjaannya terus makan-makan, kira-kira apakah Khilafah bisa tegak? Nikah juga amal sholeh, tapi kalau kerjaannya nikah-nikah terus, kira-kira apakah Khilafah bisa tegak? Tentu saja tidak. Jadi Amal sholeh yang seperti apa? Jawabannya tentu Dakwah, tetapi Dakwah secara berjamaah bukan Dakwah secara Individu.

Allah swt berfirman : Hendaklah diantara kalian ada segolongan umat yang menyerukan kebajikan, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung (QS Ali-Imran : 104).

Akhi wa ukhti fillah, keberadaan Jamaah Islam dalam memperjuangkan syariah dan Khilafah adalah wajib dan urgen, jamaah Islamiyah tersebut adalah sekelompok individu-individu yang diikat oleh Aqidah Islam sehingga mempunyai perasaan, peraturan dan tujuan yang sama yakni tegaknya Khilafah, bahkan orang yang tergabung dalam Jamaah (kelompok) Islam tadi, Allah menjamin bahwa dia adalah orang-orang yang akan mendapatkan keberuntungan/kemenangan (al-falah). Jamaah Islam tadi harus mempunyai Fikrah/master plan/ide-ide Islam yang akan diterapkan dan juga mempunyai Thariqah/road-map/metode untuk menempuhnya, ibarat Orang yang menginginkan pergi kesuatu tempat, maka orang tersebut harus mempunyai peta jalan menuju kesana, kalau tidak pasti tersesat. Kalau jamaahnya sudah ada didepan mata maka taklif bagi kita adalah kewajiban untuk bergabung kedalam jamaah tersebut.

Sebagai sebuah renungan bagi kita, hal yang ghaib memang apakah kita akan masih menghembuskan nafas merasakan indahnya hidup dalam naungan Khilafah? Wallahualam, namun permasalahnnya bukan itu, tapi seberapa besar konstribusi kita untuk berjuang menegakan Syariah dan Khilafah, sebab fokus kita adalah pertanggung jawaban kita dihari akhir nanti, kendati kita tidak mengalaminya namun Insya Allah anak, cucu atau generasi sesudah kita bisa menikmati betapa Indahnya hidup didalam naungan Khilafah yang telah dijanjikanNya, seorang kakek saja (pada kisah diawal) dengan semangat-nya menanam kurma sebelum meninggal untuk dinikmati cucu-cucunya dan yang diharapkan hanyalah amal sholeh yang akan mengalir, ada juga seorang dermawan yang rela mengeluarkan hartanya untuk membangun sebuah mesjid meski kapasitasnya hanya puluhan sampai ratusan orang, lantas mengapa kita tak tergiur dengan amal sholeh memperjuangkan khilafah yang akan dinikmati oleh Miliyaran kaum Muslimin yang ada diseruruh penjuru Dunia? Tentu saja nilai / pahalanya jauh lebih besar. Orang yang berjuang sebelum tegaknya Khilafah tentu saja lebih besar pahala dan keutamaannya dibanding orang yang berjuang setelah tegaknya khilafah.

Allah swt Berfirman : Tidak sama diantara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartaya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. al-Hadid : 10)

Saudaraku, sebelum kain kafan membungkus tubuh kita, sebelum belatung-belatung memakan habis jasad kita, dan karena umur kita yang hanya sekali kesempatan, mari kita persiapkan bekal kita yakni amal sholeh kita dengan tunduk kepada seluruh aturan-Nya dan memperjuangkan risalah-Nya. Allahuakbar!!!

Iklan

Entry filed under: NAFSIAH.

HANCURKAN ISRAEL, SELAMATKAN PALESTINA DENGAN KHILAFAH !!! (by : Salman Fikri) Kenapa Harus Pacaran ???? (By : Meida Prefik Nugraeni)

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


JUNDULLAH 1924

mujahid
batang

Kategori

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Titian Wahyu :

titian-wahyu-4

Blog Stats

  • 19,430 hits

RSS INFO DARI HTI

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

PENDAPAT ANDA

BENDERA ISLAM (ar-Rayya)

arroya-berkibar-2
naruto-arroya2
naruto-arroya-61
naruto-arroya-5
nar-pin1
con-pin1a
pin-last-samurai-arroya
sas-pin3a

%d blogger menyukai ini: