PRIORITAS AMAL MUSLIMAH

Desember 21, 2008 at 3:07 am Tinggalkan komentar

muslimah-jilbab1Jihad adalah kewajiban (fardhu) atas seluruh kaum Muslim, baik pria maupun wanita. Dalam konteks jihad defensif (jihâd li ad-difâ‘i), jihad adalah fardhu ‘ain atas mereka apabila musuh (negara kafir) memasuki dan menyerang kampung-kampung atau negara-negara tempat mereka tinggal. Akan tetapi, dalam konteks jihad ofensif (jihâd li al-hujûmi), jihad menjadi fardhu kifâyah atas mereka. Artinya, bagi Daulah Islamiyah, aktivitas jihad fi sabilillah wajib ditunaikan dan harus selalu dilangsungkan. Semua itu sebagai bentuk pelaksanaan hukum Allah Swt. dan dalam rangka mengemban aktivitas dakwah ke seluruh penjuru dunia melalui futûhât (pembukaan negeri-negeri baru bagi penyebaran risalah Islam dan penerapan hukum Islam).

Peranan kaum Muslim pada masa Rasulullah saw. dalam aktivitas jihad ofensif sangat tinggi. Mereka berlomba-lomba mencari kemulian berupa kesyahidan (syahâdah) dan keridhaan Allah Swt., tidak terkecuali kaum wanita. Hanya saja, Rasulullah saw. mengajarkan kepada kaum wanita agar mampu menentukan skala prioritasnya. Dalam hal ini, Ibn ‘Abbas menuturkan riwayat (yang artinya):

Ada seorang wanita yang pernah meminta izin kepada Nabi saw. untuk turut serta berjihad. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku diutus oleh kaum wanita untuk menghadap kepadamu, sebagai wakil mereka dalam berjihad, yang telah ditetapkan oleh Allah kepada kaum laki-laki. Apabila mereka menang (dalam jihad), mereka akan beroleh pahala (ganjaran); jika mereka gugur, mereka akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah. Sementara itu, kami adalah kaum wanita. Apabila kami membantu kaum laki-laki (dalam berjihad), apakah kami akan beroleh pahala?”

Nabi saw. menjawab, “Sampaikanlah salamku kepada kaum wanita yang mengutusmu. Menaati suami dan menjalankan semua perintahnya adalah sama pahalanya dengan orang yang berjihad. Sayangnya mereka banyak yang tidak menjalankan hal ini.(HR al-Bazzar).

Penjelasan (jawaban) Rasulullah saw. mengindikasikan dengan tegas tentang prioritas kaum wanita. Kaum wanita adalah ummun wa rabbah al-bait (ibu sekaligus pengelola rumah tangga). Apa jadinya dengan pengasuhan, pendidikan, dan perkembangan anak-anak (generasi muda) jika mereka tersita waktunya untuk aktivitas di luar rumah meskipun aktivitas di luar rumahnya itu wajib? (Dalam contoh di atas adalah jihad li al-hujûmi yang hukumnya fardhu kifâyah). Bukankah aktivitas di dalam rumahnya—menjadi ummun wa rabbah al-bait—adalah fardhu ‘ain, dan tidak dapat digantikan oleh orang lain, meskipun suaminya sendiri? Itulah alasan, mengapa Rasulullah saw. menyuruh kaum wanita agar menaati suami-suami mereka, sementara pahala yang diperoleh seorang wanita yang menaati suaminya amatlah besar. [AF]

Iklan

Entry filed under: KELUARGA DAN MUSLIMAH.

ADIL DAN SEJAHTERA DI BAWAH NAUNGAN DAULAH KHILAFAH POTRET WANITA SHALIHAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


JUNDULLAH 1924

mujahid
batang

Kategori

Desember 2008
S S R K J S M
    Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Titian Wahyu :

titian-wahyu-4

Blog Stats

  • 19,667 hits

RSS INFO DARI HTI

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

PENDAPAT ANDA

BENDERA ISLAM (ar-Rayya)

arroya-berkibar-2
naruto-arroya2
naruto-arroya-61
naruto-arroya-5
nar-pin1
con-pin1a
pin-last-samurai-arroya
sas-pin3a

%d blogger menyukai ini: